
Habis menolak pinangan Microsoft senilai ratusan triliun, Yahoo merapat ke barisan Google. Dalam pernyataan yang dirilis Selasa (25/3), perusahaan tersebut telah bergabung ke dalam komunitas OpenSocial yang digagas untuk mengembangkan layanan-layanan online yang bekerja di semua latform web.
Pernyataan tersebut ditulis Wakil Presiden Yahoo, Wade Chambers, dalam tulisan blognya. Ia menyatakan pilihan untuk bergabung ke dalam OpenSocial saat ini karena sudah tidak ada waktu lagi untuk mencoba-coba, melainkan langsung memakainya. Ia juga berharap para pengembang software tidak ragu menggunakan platform OpenSocial sebagai pondasi untuk membuat berbagai aplikasi sosial berbasis web di masa mendatang.
Inisiatif pengembangan platform OpenSocial didasari keinginan untuk menyamakan standar koding dalam pembuatan aplikasi yang berjalan di web. Dengan demikian, aplikasi-aplikasi seperti ruang chatting, games, dan album foto dapat dikolaborasi.
Situs-situs yang belum bergabung ke dalam komunitas ini menggunakan standar koding yang berbeda-beda sehingga aplikasi yang berjalan di suatu situs tidak dapat dipakai di situs lainnya. Sementara, beberapa penyedia layanan sudah bergabung ke dalam komunitas ini, antara lain Friendster, hi5, Linkedln, Nng, Orkut milik Google, dan Bebo yang segara dibeli AOL Time Warner senilai 850 juta dollar AS.
Masuknya Yahoo sekaligus bersamaan dengan didirikannya OpenSocial Foundation untuk memastikan bahwa pengembangan platform netral dan terus berlanjut. Organisasi nonprofit yang akan bekerja efektif mulai 1 Juli 2008 akan menyusun segala aspek teknis, legal, dan skema perlindungan hak cipta.
Tolak Microsoft, Yahoo Lirik News Corp.
Setelah menolak pinangan Microsoft, Yahoo dikabarkan tengah melakukan pembicaraan serius dengan News Corp., pemilik situs jaringan sosial MySpace. Demikian diwartakan situs The Wall Street Journal (AWJ), Rabu (13/2). Menurut AWJ, kedua situs besar itu membicarakan kemungkinan meyatukan layanan MySpace dan layanan-layanan lain di bawah News Corp. dengan Yahoo.
"Pembicaraan itu bertujuan untuk membantu Yahoo menolak tawaran Microsoft yang mengajukan penawaran sebesar 44,6 miliar dolar AS," tulis AWJ.
Bagi banyak orang Yahoo telah menjadi simbol tersendiri di jagad maya. Dimunculkan pertama kali pada tahun 1994 oleh sekelompok mahasiswa Stanford sebagai situs direktori Yahoo go publik awal 1996. Situs ini berkembang menjadi sebuah portal yang menawarkan beragam informasi. Saat ini Yahoo tercatat sebagai situs yang paling banyak dikunjungi orang di seluruh dunia.
Belakangan perusahaan piranti lunak Microsoft secara agresif mencoba mengakuisisi Yahoo. Tawaran Microsoft sebesar 44,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 410 triliun merupakan tawaran terbesar yang pernah ada dalam sejarah internet. Namun, Yahoo menolak tawaran ini karena menganggap nilai yang ditawarkan Microsoft terlalu kecil.