Untitled Document
Minggu , 26 Apr 2026 Today : 318 - Total : 667,524  
Berita ITC Website Aktivitas Biodata  
Index
 
 
 
 
 
Printer Laser Membahayakan Kesehatan?
[Kamis, 04 Dec 2008 (105210 x]
 
 
Sebuah lembaga riset Jerman, Fraunhofer-Gesellschaft, baru saja menuntaskan sebuah studi tentang emisi yang dikeluarkan oleh printer laser. Dalam laporannya disebutkan, saat mencetak printer laser melepaskan emisi zat kimia organik volatile (ozon), minyal silikon, parafin dan partikel-partikel yang sangat halus. Tidak dijabarkan apa pengaruhnya terhadap kesehatan.

Namun beberapa studi riset Australia yang dilakukan sebelumnya mengungkap bahwa emisi partikel tersebut setara dengan efek merokok. Studi Australia ini juga menyarankan agar pemerintah mengawasi perusahaan printer karena produk-produknya seringkali merupakan sumber utama polusi udara di kantor.

Memang, jika printer laser sedang bekerja akan tercium bau tertentu. Itulah ozon, zat kimia organik volatile yang disebut-sebut dalam studi di atas. Jika konsentrasinya sangat tinggi, di atas 1ppm, ozon dapat menyebabkan iritasi mata, hidung, tenggorokan dan paru-paru.

Akan tetapi kebanyakan orang ‘tahan’ mencium ozon pada konsentrasi yang lebih rendah, sampai 0,01ppm. Sekadar informasi, ozon-lah yang menyebabkan retakan-retakan pada ban mobil tua. Pada ban baru sudah ditambahkan zat yang mencegah kerusakan akibat ozon.

Studi-studi juga mengungkap bahwa printer yang tidak menggunakan toner, tetapi mekanisme pemanasan tingkat tinggi seperti mesin faksimili, juga melepaskan beberapa zat kimia ke udara. Zat-zat ini mengumpul di udara dan membentuk partikel-partikel sangat halus dari minyak silikon dan parafin.

Mungkin Berbahaya
Studi Fraunhofer, yang dibiayai oleh para produsen printer dan mesin fotokopi yang tergabung dalam BITKOM (organisasi perusahaan dan media TI, telekomunikasi dan media baru Jerman), mengatakan “printer laser nyaris bebas emisi partikel toner”.

Namun ketika cartridge toner-nya baru, partikel yang dilepaskan justru lebih banyak dibandingkan pada cartridge toner yang sudah berumur. Selain itu, pencetakan grafis yang berat atau memakai banyak toner akan meningkatkan emisi partikel. Partikel-partikel inilah yang bisa berbahaya.

Jika ukurannya sangat halus, begitu menurut artikel dalam jurnal kimia Environment Science and Technology yang terbit pertengahan Agustus 2007, partikel-partikel bisa masuk ke rongga-rongga terdalam dari paru-paru. Sedangkan partikel yang lebih besar dapat mengumpulkan dan membawa sejumlah racun ke dalam tubuh.
 
sumber: kompas.com
 
 
BERITA ITC TERBARU
 
Dirombak, Inikah Wajah Baru Yahoo?
Rabu, 31 Oct 2012 - view 129993x
 
Seberapa Parah Koneksi Internet di Indonesia?
Rabu, 31 Oct 2012 - view 118235x
 
Skype di Windows Phone 8
Rabu, 31 Oct 2012 - view 117195x
 
Penipuan Online Kian Canggih dan Membingungkan
Rabu, 02 May 2012 - view 157090x
 
Diakuisisi Facebook, Duo Pendiri Instagram Kaya Mendadak
Rabu, 02 May 2012 - view 139128x
 
 
 
 
 
 
 
Untitled Document
 
Copyright © 2006. Versi 3.2 @ 2011. Created by Irsyadi Siradjuddin. All Right Reserved. IDWEB.