
Bagi brand-brand top dunia, industri ponsel cerdas yang saat ini semakin canggih dan digemari rasanya lebih punya masa depan cerah ketimbang industri PC. Kiranya, berangkat dari sinilah Nokia ragu-ragu terjun ke bisnis laptop, meskipun sebetulnya mereka pun mengakui sedang meliriknya.
Pembuat ponsel top dunia, Nokia, sedang melirik bisnis laptop. Meskipun terkesan masih bernada ragu, hal itu dikatakan oleh Olli-Pekka Kallasvuo, Direktur Eksekutif Nokia, dalam sebuah wawancara Rabu (25/2).
"Saat ini kami sedang aktif melihat kemungkinannya," tandas Kallasvuo menjawab pertanyaan wartawan ihwal kemungkinan Nokia mencetak produk laptop. Tak lain, terkait rumor yang kadung berkembang sejak setahun lalu, bahwa Nokia memiliki kemungkinan besar masuk ke industri PC.
Tetapi, komentar Kallasvuo sepertinya tidak benar-benar mengarah ke rencana tersebut. "Kita tak cukup hanya melihat lima tahun dari sekarang untuk menoleh apa yang kita ketahui sebagai sebuah ponsel ataupun PC di antara ragam konversinya," kilah Kallasvuo. "Saat ini jutaan orang baru merasakan pengalaman pertamanya berinternet lewat ponsel mereka, justeru inilah indikasi yang baik untuk bisnis," tandasnya.
Di saat keuntungan besar di penjualan ponsel cerdas menarik minat brand-brand pabrikan PC, daya tarik terhadap rendahnya keuntungan industri komputer benar-benar buruk. Melihat kecenderungan sikap Nokia tersebut, Ben Wood, Direktur CSS Research Aliance-penyedia jasa riset iklan dan pemasaran mengatakan, Nokia mungkin "nervous" untuk masuk ke sebuah segmen pasar yang sudah berkomoditas besar.
"Di samping ponsel, seluruh operator jaringan dan retail saat ini sedang menambah koneksi notebook dan netbook ke portofolio mereka. Atas dasar itu, maka bukanlah hal mengejutkan jika Nokia mengevaluasi segmen pasar itu," tandas Wood.