Untitled Document
Minggu , 26 Apr 2026 Today : 36 - Total : 667,241  
Berita ITC Website Aktivitas Biodata  
Index
 
 
 
 
 
Koran Digital Justru Gairahkan Budaya Baca
[Jumat, 01 May 2009 (105292 x]
 
 
Naskah koran diterbitkan di internet adalah hal yang sudah biasa pada saat ini. Namun, menyaksikan koran dalam tampilan cetaknya di dunia maya secara utuh halaman per halaman adalah hal baru. Inilah yang disebut koran digital (e-paper).

Sejumlah koran nasional sudah mendigitalisasi koran cetak mereka termasuk Kompas. Pertanyaan kemudian timbul, apakah koran "gaya baru" ini akan mematikan koran cetak seiring kian maraknya pengakses internet di Indonesia ? Jawabnya ternyata tidak.

Setidaknya itulah yang ditegaskan Chief Executive Serious Group, John Fong asal Malaysia. Serious Group adalah pemilik jasa layanan pembuat koran digital terkemuka berlabel Softpress. Kelompok ini pula yang menangani koran digital milik Kompas.

Menurut John, hadirnya koran digital justru menggairahkan budaya baca. Koran jenis baru ini akan menjadi mitra strategis untuk mengembangkan koran cetak sehingga tidak ditinggalkan pembacanya. "E-paper tidak bisa dilawankan dengan hadirnya televisi pada 1990an. Karena televisi mengembangkan budaya menonton, sedangkan e-paper sama-sama mengembangkan budaya membaca seperti di cetak," kata John saat bertandang ke redaksi Kompas.com, Rabu (29/4).

Secara gamblang, John membeberkan "rahasia bisnis" di balik masa depan koran digital yang akan menjadi lahan baru bagi koran cetak mengembangkan diri. Menurutnya, koran digital sangat memanjakan pembaca dan pemasang iklan. Tampilannya sama persis dengan versi cetak, minus yang dapat ditimbulkan oleh mesin cetak. Pada edisi digital, pembaca bisa menikmati halaman demi halaman koran itu. Dengan satu klik, artikel--dengan naskah yang terlalu kecil ukuran bisa dibaca dengan mudah di jendela, lengkap dengan foto ataupun infografis yang menjadi ciri utamanya. Artikel pun bisa dicetak semudah mengklik tombol Print tanpa perlu mencetak semua halaman.

Pembaca juga bisa memasuki halaman yang diinginkan, galeri foto, iklan, teks bergerak yang membuatnya terhubung ke situs berita, sampai fasilitas mesin pencari. Bagi koran digital bikinan Softpress juga dilengkapi fasilitas "dot density report" di mana kita bisa mengetahui jumlah pengeklik berita sekaligus berita paling populer.

Bagi pemasang iklan akan dimanjakan lantaran iklan bisa diklik dan ditampilkan pada halaman tersendiri. Sedangkan bagi pemilik koran digital, mereka bisa mensinergikan pemasang iklan di cetak dengan di digital. "Misalnya, pemasang iklan dicetak diberi bonus iklan dalam bentuk video di e-papar dengan sedikit tambahan harga. Saya kira pemasang iklan akan menilai ini tawaran menarik," kata John.

Optimisme John juga didasarkan fakta bahwa koran digital berpeluang terbaca oleh pengakses dari banyak negara. Sebagai gambaran, menurut John, koran digital Kompas saat ini terbaca di 108 negara di dunia.

 
sumber: kompas.com
 
 
BERITA ITC TERBARU
 
Dirombak, Inikah Wajah Baru Yahoo?
Rabu, 31 Oct 2012 - view 129991x
 
Seberapa Parah Koneksi Internet di Indonesia?
Rabu, 31 Oct 2012 - view 118233x
 
Skype di Windows Phone 8
Rabu, 31 Oct 2012 - view 117194x
 
Penipuan Online Kian Canggih dan Membingungkan
Rabu, 02 May 2012 - view 157088x
 
Diakuisisi Facebook, Duo Pendiri Instagram Kaya Mendadak
Rabu, 02 May 2012 - view 139127x
 
 
 
 
 
 
 
Untitled Document
 
Copyright © 2006. Versi 3.2 @ 2011. Created by Irsyadi Siradjuddin. All Right Reserved. IDWEB.