
Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah memastikan bakal menggunakan fasilitas layanan pesan singkat (SMS) untuk pengiriman hasil suara Pemilihan Presiden (Pilpres) ke KPU Pusat. Namun awas, sarana SMS juga bisa dibobol.
Dikatakan M. Salahuddien, Wakil Ketua Indonesia Security Incident Responses Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII), titik rawan tersebut berada di sisi pengiriman informasi hasil tabulasi dari TPS ke SMS center.
Misalnya si pelaku menerobos masuk dengan menggunakan atau memalsukan nomor dari kode verifikasi/otentikasi si petugas yang asli. Jika sampai terjadi, tak ayal penggelembungan suara pun bisa terjadi.
"Tapi si pelaku harus massive, karena ini levelnya kan TPS, harus punya banyak pelaku sebelum bisa benar-benar jumlah totalnya mengacaukan hasil yang sesungguhnya. Sebab kalau hanya memalsukan 1 TPS saja nggak ada efeknya," ujar pria yang biasa disapa Didin Pataka.
Lalu bagaimana jika penjahat cyber tersebut menyusup melalui SMS centernya? Menurut Didin, hal itu kecil kemungkinannya tapi bukan berarti mustahil. Bisa saja pelaku merupakan orang dalam penyedia layanan atau operatornya.
Sementara untuk masalah lain seperti antrian atau bottle neck pada SMS center KPU juga tidak terlalu dikhawatirkan. Pasalnya, Didin meyakini, KPU memiliki penjadwalan tersendiri untuk menerima pengiriman SMS yang tersebar di di banyak wilayah tersebut.
"Sebagai perbandingan, dalam 1 jam sebuah sistem SMS operator mampu menangani jutaan pengiriman SMS, misalnya ketika ada reality show di TV dan SMS premium," jelasnya.
Dengan kata lain, operator sudah terbiasa dengan serbuan SMS dari para pelanggannya. "Dulu wacana sistem tabulasi memanfaatkan SMS ini juga direkomendasikan untuk pileg kemarin, tapi entah mengapa ditolak diganti sistem ICR itu," lanjut Didin.
KPU sendiri berencana mengirimkan data rekap suara dari masing-masing TPS di seluruh Indonesia melalui nomor-nomor seluler yang telah didaftarkan dan diamankan. Hal itu untuk menghindari pemalsuan sehingga hanya nomor tertentu yang bisa melakukan pengiriman hasil suara.