
Secara mengejutkan CEO Yahoo! Inc Jerry Yang menanggalkan posisinya sebagai CEO raksasa internet dunia itu. Apa alasan di balik keputusan itu?
Yang lahir di Taiwan pada 6 November 1968 dan pindah ke Amerika Serikat bersama keluarganya ketika berusia 10 tahun. Yang kecil tumbuh di San Jose, California. Saat kuliah di Jurusan Teknik Elektro, Stanford University, California, Yang dan rekan kuliahnya, David Filo, menciptakan direktori web yang disebutnya "Jerry's Guide to the World Wide Web."
Yang lantas mendirikan portal internet Yahoo! pada 1995 hingga kini meraksasa sekaligus membawa dia sebagai salah satu miliuner yang lahir di Lembah Silicon. Menurut majalah Forbes, Yang berada di peringkat 524 orang terkaya di dunia dengan harta diperkirakan senilai USD2,23 miliar. Yang mampu membawa Yahoo! selamat dari ledakan akibat gelembung bisnis dotcom pada awal 2000-an.
Meski jalannya tidak selalu mulus, Yahoo! masih menjadi salah satu situs paling populer di muka bumi, menarik pengunjung dalam jumlah jutaan setiap harinya. Kekayaan yang begitu besar sebagai pemilik dan pendiri tidak menghentikan campur tangan Yang dalam operasional Yahoo! hari per hari. Beberapa pemegang saham menuding Yang terlalu berkuasa di perusahaan yang didirikannya, mengesampingkan para pemegang saham lain.
Setelah hanya sebagai pendiri, pada Juni 2007 lalu, Yang mengambil alih kendali Yahoo! dari CEO sebelumnya, Terry Semel. Ketika baru menjabat Yang harus dihadapkan pada sejumlah permasalahan yang melilit Yahoo! Yang sempat menolak penawaran Microsoft yang ingin menguasai Yahoo!. Microsoft bersedia membeli saham Yahoo! USD33 per lembar dengan nilai total pembelian USD47 miliar.
Padahal, harga saham Yahoo! diperjualbelikan USD10?12 per lembar hingga penolakan itu memicu kemarahan pemegang saham lain. Yang bersikukuh dengan pendiriannya. "Kami akan menjual perusahaan ini dengan harga yang pantas," katanya saat itu.
Dalam beberapa bulan selanjutnya Yang menunjukkan niat untuk menjual perusahaan, namun harga yang dipasang terlalu tinggi buat Microsoft. Akibatnya Microsoft menarik kembali tawaran untuk membeli saham Yahoo! pada Mei lalu.
Yang kemudian membuat kesepakatan iklan dengan rival utamanya, Google. Dalam kesepakatan tersebut Google akan mengirimkan iklan ke beberapa hasil pencarian Yahoo!. Namun, Google akhirnya menarik diri dari kesepakatan dengan Yahoo! tersebut bulan ini. Google masih ragu mengenai regulasi dalam perjanjian bisnis ini. Pada 21 Oktober 2007 lalu, Yahoo! mengumumkan akan memangkas sedikitnya 10% dari 15.000 pekerjanya.
Alasannya, pendapatan perusahaan itu pada kuartal ketiga turun sekitar 64%. Hasil tersebut lebih rendah dari proyeksi revenue untuk setahun. Entah karena rentetan situasi tersebut atau alasan lain,Yang memilih mundur sebagai CEO hingga Yahoo! menemukan penggantinya.
Dalam surat memo yang dikirimkan kepada staf perusahaan pada Senin (17/11) pagi waktu setempat, Yang menyatakan akan tetap berada di posnya hingga perusahaan menunjuk nama yang akan menjadi penerusnya. Yang juga mengaku akan terlibat dalam proses penunjukan CEO baru.
Setelah meletakkan jabatan sebagai CEO, Yang berencana kembali pada pos yang sebelumnya dijabat, yaitu sebagai Kepala Yahoo! yang fokus pada strategi dan teknologi perusahaan.Yang juga akan tetap berada di jajaran dewan komisaris pada perusahaan tersebut.
"Saya yakin, ketika (kami) mentransformasikan platform dan keadaan perusahaan lebih baik, kami mempunyai jalur khusus bagi CEO yang baik untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi perusahaan ke depan," tulis Yang dalam surat memo pengunduran diri.
Hingga kini Yahoo! berusaha mencari penerus Yang. Bahkan, Yahoo! telah menyewa jasa pemburu CEO, Heidrick & Struggles untuk memilih kandidat yang tepat sebagai penerus Yang.
"Jerry beserta dewan komisaris telah melakukan dialog mengenai waktu pelaksanaan suksesi. Kami semua setuju bahwa sekarang merupakan waktu yang tepat untuk melakukan transisi untuk seorang CEO baru yang mampu mengangkat perusahaan ini ke level yang lebih tinggi," ungkap Roy J Bostock, pimpinan Yahoo!
Pengunduran diri Yang membuat saham Yahoo! ditutup pada kisaran USD10,63 pada perdagangan reguler Senin (17/11) lalu. Namun, harga tersebut mengalami kenaikan hampir 4% dalam beberapa jam setelahnya.
"Ini merupakan pertanda positif dari perspektif pemegang saham," ungkap Ross Sandler, analis pasar modal di RBC Capital Markets.
Sandler juga memperkirakan bahwa pengunduran diri Yang tersebut akan memicu kembali semangat Microsoft untuk menguasai Yahoo! Pasalnya, CEO Microsoft Steven A Ballmer sebelumnya mengeluhkan sikap Yang karena tidak tertarik dengan perjanjian yang pernah dia tawarkan.
Saat ini Yahoo! tengah memertimbangkan sejumlah nama yang kemungkinan besar akan menjadi pengganti Yang, baik dari luar maupun dari dalam perusahaan. Beberapa kandidat yang berpotensi menggantikan Yang adalah Presiden Yahoo!Susan L Decker, mantan kepala operasional Yahoo! Daniel L Rosensweig, dan Jonathan F Miller, mantan pimpinan AOL.
Apa pun keputusan yang diambil Yang, dia telah memberi warna pada kesuksesan Yahoo!
"Asal Anda tahu, saya telah, selalu, dan akan selalu berdarah ungu," tulis Yang dalam memonya mengacu pada warna khas Yahoo!