
Indonesia, sebagai salah satu negara dengan mayoritas penduduknya menganut agama Islam, menduduki posisi kampiun sebagai negara dengan volume pencarian informasi tertinggi tentang Film Fitna. Data tersebut berdasarkan hasil analisis data Google Trends yang dilakukan detikINET, Kamis (10/4/2008), untuk 30 hari terakhir.
Negeri jiran Malaysia, menduduki posisi ke-3 dengan volume pencarian tak lebih dari 20%-nya saja dari Indonesia. Padahal, pemerintah Malaysia juga turut mengecam Film Fitna tersebut. Tetapi yang marak di negeri asal penyanyi terkenal Siti Nurhaliza tersebut bukanlah ancaman atau pemblokiran situs, melainkan aksi pemboikotan produk-produk keluaran Belanda.
Kemudian pada posisi ke-2 untuk negara dengan volume pencarian tertinggi menggunakan kata kunci 'Fitna', adalah Belanda. Wajar saja, karena Belanda merupakan 'tanah kelahiran' film yang kontroversial tersebut.
Pada urutan berikutnya, yaitu Denmark ke-4, Belgia ke-5, Jerman ke-6, Perancis ke-7, Kanada ke-8, Amerika ke-9 dan Inggris ke-10. Lalu kemana negara-negara lain yang juga penduduknya mayoritas beragama Islam? Entahlah.
Bisa jadi karena pengguna Internetnya tidak banyak, atau masyarakat pengguna Internetnya tidak menjadi penasaran lantaran statement keras pemerintahnya, atau bisa juga lantaran mereka menganggap film Fitna sebagai angin lalu.