
Sumber daya alam di bumi sebagai bahan baku industri makin terbatas. Dengan demikian, akankah produsen ponsel berlomba-lomba membuat produknya dari bahan daur ulang yang ramah lingkungan?
Jika benar hal itu terjadi, popularitas ponsel daur ulang ini diprediksi baru akan benar-benar melonjak beberapa tahun lagi.
Hal itulah yang diungkapkan Markus Tehro, pejabat unit lingkungan produsen ponsel ternama, Nokia. Tehro mengharapkan, ponsel daur ulang yang sering juga dijuluki sebagai 'ponsel hijau' itu akan kompetitif di pasaran ponsel masa depan.
Adapun beberapa produk Nokia sendiri sebenarnya telah memakai bahan daur ulang. Tehro juga memaparkan, semakin ramah lingkungan sebuah produk, maka kemungkinan penghematan biaya akan makin besar.
Misalnya saja seperti dikutip detikINET dari CellularNews, Senin (14/4/2008), Nokia pernah membuat kebijakan memperkecil kemasan produknya di awal tahun 2006.
Dengan kebijakan ini, Nokia berhasil menghemat sampai US$ 160 juta dari penghematan biaya transportasi maupun biaya bahan material di akhir tahun 2007.